Berita Terkini

Kunjungan Kerja Komisi I
25-07-2018 15:07

Komisi I Klarifikasi Aduan Warga Terkait Pencemaran PT. Ciomas Adisatwa

Menindaklanjuti surat aduan dari warga, Komisi I Rabu 25 Juli 2018 melaksanakan sidak turun ke lapangan, agendannya adalah klarifikasi terkalit adanya dugaan percemaran lingkungan (polusi udara) yang berasal dari peternakan ayam PT. Ciomas Adisatwa, salah satu anak perusahaan PT. Japfa yang berlokasi di Desa Kasri Kecamatan Bululawang.

Fokus kegiatan adalah terkait masalah perijinan PT. Ciomas Adisatwa, di Desa Kasri terdapat 3 (tiga) lokasi, sidak dilaksanakan di salah satu perusahan yang memiliki luas sekitar 3 Ha. “Kami datang kesini bermaksud kalrifikasi aduan warga terkait peternakan ayam yang menimbulkan polusi udara, “ ujar Ketua Komisi I Drs. Didik Gatot Subroto. “Kami ingin informasi yang utuh, karena bagaimanapun peternakan ini juga menjadi kebutuhan masyarakat sehingga tidak bisa diputuskan sepihak, permasalahan diselesaikan secara baik-baik melibatkan semua pihak, “ tambahnya.

Komisi I diterima HRD PT. Ciomas Adisatwa Purwadi, dalam kesempatan itu pihaknya menjelaskan bahwa perusahaan telah lama berdiri yakni sejak tahun 2000, dijelaskannya bahwa perijinan sudah dipenuhi semua sesuai prosedur. “ Perijinan sudah kami penuhi semua termasuk ijin gangguan (HO), UPL, UKL juga sudah ada, “ jelasnya sambil menunjukkan dokumen perijinan kepada dewan.  

Ditambahknnya bahwa perusahaanya memiliki sekitar 158 karyawan sebagian besar adalah warga desa Kasri (perbandingan 92 % warga Kasri dan 8 % berasal dari luar Kasri), sementara itu hubungan perusahaan dengan  pemerintah desa cukup baik, pasalnya pihaknya berperan aktif dalam kegiatan sosial maupun keagamaan dengan memberikan bantuan. “Tiap kali panen kami juga memberikan beberapa ekor ayam kepada warga sekitar perusahaa, “ tambahnya.

Setelah menerima penjelasan, anggota dewan berharap pihak perusahaan berinovasi untuk mendaur ulang limbah (kotoran ayam) menjadi semacam pupuk, bisa bekerjasama dengan pihak ketiga, karena disamping dapat meminimalisair pencemaran juga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan pupuk organik.

Dalam kegiatan dimaksud di atas turut mendampingi Komisi 1 dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) dahulu Dinas Perijinan dari kecamatan serta kepala desa setempat. (a6)